Serangan Hama Lalat bibit (Atherigona sp. atau A. exigua) Pada Jagung



Lalat bibit (Atherigona sp. atau A. exigua) adalah hama utama yang merusak tanaman jagung muda (umur 5-30 hari), terutama pada musim hujan. Larva merusak titik tumbuh dengan membuat terowongan di batang, menyebabkan daun kuning, layu, kerdil, hingga mati, dengan potensi kerusakan mencapai 80-90%. Pengendalian meliputi perlakuan benih (insekstisida sistemik) dan rotasi tanaman.

Gejala Serangan :

Daun Menguning: Daun muda atau pupus berubah warna menjadi kekuningan (klorosis).

Titik Tumbuh Mati: Larva masuk ke dalam batang dan memakan titik tumbuh, menyebabkan pucuk layu dan membusuk.

Tanaman Kerdil: Jika tidak mati, tanaman akan tumbuh kerdil dan tidak normal.

Batang Mudah Dicabut: Batang yang terserang membusuk dan mudah dicabut.

 

Siklus Hidup dan Perilaku :

Lalat betina meletakkan telur di bawah permukaan daun dekat tanah. Telur menetas menjadi larva dalam 33 jam hingga 4 hari. Larva merusak selama 6-18 hari sebelum menjadi pupa di pangkal batang atau tanah.

Pengendalian:

Kultur Teknis: Mengatur waktu tanam (hindari tanam saat musim hujan puncak) dan rotasi tanaman untuk memutus siklus hama.

Perlakuan Benih (Seed Treatment): Menggunakan insektisida sistemik seperti Karbofuran (6 g b.a/kg benih) atau Thiodikarb (7,5-15 gr/kg benih) sebelum tanam.

Aplikasi Insektisida: Penyemprotan insektisida sistemik (contoh: bahan aktif karbofuran, klorantraniliprol, atau klorpirifos) pada umur 5-7 hari setelah tanam jika ditemukan serangan.

Varietas Tahan: Menggunakan varietas jagung hibrida yang tahan terhadap serangan lalat bibit.

 Lalat ini aktif terbang dan lebih suka lingkungan lembab dan tanaman banyak ternaungi oleh tanaman sekitarnya akan cenderung lebih banyak di serang.


Komentar

Postingan Populer