PEMUPUKAN PADA TANAMAN JAGUNG
Pemupukan jagung dilakukan bertahap:
dasar (saat tanam, bisa pupuk organik/NPK), susulan pertama (usia 10-15 HST dengan Urea, SP-36, KCl/NPK), dan susulan kedua (usia 20-25 HST) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi vital, terutama Nitrogen (N) untuk pertumbuhan vegetatif dan Kalium (K) untuk pembungaan/pembentukan biji, dengan aplikasi pagi/sore saat tanah lembab dan tidak terlalu dekat batang.
Jenis Pupuk dan Waktu Aplikasi
1. Pupuk Dasar (Saat Tanam/Pengolahan Tanah):
2. Pupuk Organik: Kompos/pupuk kandang (1.5-2 ton/ha) untuk memperbaiki kesuburan tanah.
3. Pupuk Anorganik: Kombinasi NPK (misal Phonska) dan ZA, atau SP-36, diberikan bersamaan dengan tanam.
Pemupukan Susulan I (± 15 Hari Setelah Tanam/HST):
Pupuk: kombinasi NPK dengan Urea (misal 2 Urea : 1 NPK) 250 kg/ha urea 150 kg/ha phonska atau bisa dengan kombinasi berimbang 1 urea :1 phonska
Tujuan: Memberikan Nitrogen (N) untuk pertumbuhan awal.
Pemupukan Susulan II (± 25 HST):
Pupuk: kombinasi NPK dengan Urea (misal 1 Urea : 2 NPK) 150 kg/ha urea 250 kg/ha phonska atau bisa dengan kombinasi berimbang 1 urea :1 phonska
Untuk opsi terahir yaitu penambahan pupuk di sebelum fase flowering hal ini bisa menambah potensi bobot pada tongkol. Pupuk fokus pada N dan K (misal NPK dengan Kalium tinggi, atau KCl).
Cara dan Tips Penting
Waktu Terbaik: Pagi atau sore hari saat tanah lembab agar pupuk larut dan diserap optimal.
Metode Aplikasi:
Pupuk Granular (Padat): Dibuat larikan/lubang di samping baris tanaman (jarak tertentu dari batang) agar akar mudah menyerap dan menghindari "terbakar" pupuk. Saat aplikasi usahakan pupuk tidak di tabur.
Pupuk Daun (Foliar): Bisa disemprotkan saat fase generatif (pembungaan) untuk meningkatkan kualitas tongkol.
Hindari: Aplikasi terlalu dekat batang atau saat tanah sangat kering.
Dosis: Ikuti petunjuk dosis pada kemasan pupuk atau anjuran penyuluh pertanian setempat untuk hasil maksimal.


Komentar
Posting Komentar