Waspada Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera)
Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera) adalah hama utama yang menyerang tongkol, pucuk, dan malai jagung, terutama pada fase generatif (50–70 HST), menyebabkan kehilangan hasil hingga 80%. Gejala serangan ditandai dengan rambut tongkol terpotong, adanya lubang gerekan pada ujung tongkol, dan larva yang memakan biji. Pengendalian meliputi sanitasi, pemanfaatan musuh alami, dan insektisida sistemik.
Gejala Serangan:
Fase Awal: Ulat menetas dari telur yang diletakkan pada rambut jagung, lalu masuk ke dalam tongkol, memakan biji muda.
Fase Lanjut: Terdapat kotoran ulat di ujung tongkol, biji jagung rusak/ompong, dan terbentuk terowongan gerekan.
Serangan Pucuk: Larva memakan pucuk daun atau malai (bunga jantan), menyebabkan tanaman tidak sempurna.
Cara Pengendalian:
Kultur Teknis: Pengolahan tanah yang dalam untuk memaparkan pupa ke permukaan agar mati, serta pergiliran tanaman dengan tanaman non-inang (seperti kacang tanah).
Fisik/Mekanis: Mengambil larva secara langsung atau memotong ujung tongkol yang terserang.
Hayati (Biologis): Memanfaatkan parasitoid telur Trichogramma spp. atau cendawan entomopatogen Beauveria bassiana.
Kimiawi: Aplikasi insektisida yang berbahan aktif seperti Emamektin benzoat atau insektisida sistemik lainnya ketika populasi mencapai ambang ekonomi (terutama saat rambut jagung keluar).
Pencegahan : Pengendalian hama sejenis fall Armyworm di optimalkan saat fase vegetatif sampai menjelang flowering karena akan meminimalisir serangan saat fase flowering sampai maturity (pengisian)



Komentar
Posting Komentar