Yuk Kenali Serangan Ulat Tanah Pada Tanaman Jagung


Ulat tanah (Agrotis ipsilon) adalah hama perusak serius yang memotong batang jagung muda (umur 1-3 minggu) pada malam hari, menyebabkan tanaman patah dan mati. Ulat berwarna coklat kehitaman ini bersembunyi di dalam tanah saat siang hari. Pengendalian efektif meliputi olah tanah, penggunaan insektisida butiran (seperti Furadan 3G) di sekitar pangkal batang, dan menjaga kebersihan lahan.

Ciri-ciri dan Gejala Serangan :

Hama: Larva Agrotis sp. bersembunyi di tanah di dekat tanaman yang layu.

Gejala: Batang tanaman muda terpotong pangkalnya, layu, dan akhirnya mati.

Waktu Aktif: Malam hari, terutama pada fase perkecambahan hingga umur 3 minggu.

Metode Pengendalian

Teknis & Kultur:

Pengolahan Tanah: Membajak tanah 3-6 minggu sebelum tanam untuk mengekspos larva kepada predator. Kebersihan Lahan: Membersihkan gulma di sekitar area tanam untuk mengurangi tempat peletakan telur.Pencarian Manual: Mencari dan memusnahkan larva di sekitar tanaman yang layu saat senja atau pagi hari.

Kimiawi:

Aplikasi insektisida butiran seperti Karbofuran (Furadan 3G) yang ditaburkan di sekitar pangkal batang tanaman. Penggunaan insektisida cair (misalnya yang berbahan aktif Klorpirifos) dengan penyemprotan pada sore/malam hari.

Hayati:

Penggunaan jamur patogen serangga seperti Beauveria bassiana atau Bacillus thuringiensis. Pemantauan rutin sangat penting dilakukan, khususnya pada fase bibit agar serangan tidak menyebabkan kegagalan tanam


Komentar

Postingan Populer