Bulai pada jagung adalah penyakit utama yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis, ditandai dengan gejala klorosis (daun belang kuning-putih), daun kaku/menyempit, dan lapisan spora putih di pagi hari. Infeksi terjadi pada usia 1-5 minggu, menyebabkan kerdil, kegagalan tongkol, dan potensi gagal panen. Pengendalian efektif melibatkan penggunaan benih tahan, perlakuan benih (fungisida sistemik), tanam serempak, dan eradikasi tanaman sakit.
v Gejala Bulai pada Jagung :
Awal Serangan: Daun muda menunjukkan bercak klorotik atau belang memanjang sejajar tulang daun (kuning ke putih).
Lanjutan: Daun menjadi kaku, menyempit, dan pertumbuhan tanaman terhambat (kerdil).
Pagi Hari: Terdapat lapisan tepung berwarna putih halus di permukaan daun (terutama saat lembab).
Dampak: Tanaman yang terinfeksi sebelum umur 1 bulan biasanya tidak berproduksi/mati, dan dapat menghasilkan anakan yang banyak atau kelainan pada tongkol.
v Penyebab dan Penyebaran :
Disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis (umum di Jawa), P. philippinensis (Sulawesi), dan P. sorghi.
Penyebaran utama melalui spora (konidia) yang terbawa angin.
Infeksi maksimal terjadi saat kelembaban tinggi dan suhu rendah (dini hari pukul 02.00-04.00).
v Strategi Pengendalian Terpadu :
Penggunaan Varietas Tahan: Menanam benih jagung hibrida yang memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit bulai.
Perlakuan Benih (Seed Treatment): Menggunakan fungisida sistemik dengan bahan aktif metalaksil atau dimetomorf sebelum tanam.
Tanam Serempak: Mengatur waktu tanam agar seragam di satu wilayah untuk memutus siklus hidup jamur.
Eradikasi: Mencabut dan membakar tanaman yang terinfeksi sedini mungkin agar spora tidak menyebar ke tanaman sehat.
Rotasi Tanaman: Menanam tanaman selain jagung (bukan famili Gramineae) untuk memutuskan siklus hidup jamur yang bersifat parasit obligat.
Penggunaan Fungisida: Penyemprotan fungisida sistemik (contoh: trifloksistrobin + tebukonazol, azoksitrobin + difekonazol, Dimetomorf) pada umur 10-30 Hst.
v Cara penyemprotan dilakukan di pagi hari saat masih berembun. Selain itu di semprot di atas dan bawah daun agar lebih maksimal karena spora berada di bawah daun.