Tampilkan postingan dengan label Penggerek tongkol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penggerek tongkol. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2026

Waspada Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera)

Waspada Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera)

Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera) adalah hama utama yang menyerang tongkol, pucuk, dan malai jagung, terutama pada fase generatif (50–70 HST), menyebabkan kehilangan hasil hingga 80%. Gejala serangan ditandai dengan rambut tongkol terpotong, adanya lubang gerekan pada ujung tongkol, dan larva yang memakan biji. Pengendalian meliputi sanitasi, pemanfaatan musuh alami, dan insektisida sistemik


Gejala Serangan:

    Fase Awal: Ulat menetas dari telur yang diletakkan pada rambut jagung, lalu masuk ke dalam tongkol, memakan biji muda.
    Fase Lanjut: Terdapat kotoran ulat di ujung tongkol, biji jagung rusak/ompong, dan terbentuk terowongan gerekan.
    Serangan Pucuk: Larva memakan pucuk daun atau malai (bunga jantan), menyebabkan tanaman tidak sempurna. 

Cara Pengendalian:

    Kultur Teknis: Pengolahan tanah yang dalam untuk memaparkan pupa ke permukaan agar mati, serta pergiliran tanaman dengan tanaman non-inang (seperti kacang tanah).
    Fisik/Mekanis: Mengambil larva secara langsung atau memotong ujung tongkol yang terserang.
    Hayati (Biologis): Memanfaatkan parasitoid telur Trichogramma spp. atau cendawan entomopatogen Beauveria bassiana.
    Kimiawi: Aplikasi insektisida yang berbahan aktif seperti Emamektin benzoat atau insektisida sistemik lainnya ketika populasi mencapai ambang ekonomi (terutama saat rambut jagung keluar). 

Pencegahan : Pengendalian hama sejenis fall Armyworm di optimalkan saat fase vegetatif sampai menjelang flowering karena akan meminimalisir serangan saat fase flowering sampai maturity (pengisian)

Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis)

  Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) adalah hama yang menyebabkan daun padi menggulung dan memiliki bercak putih memanjang, seri...