Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) adalah hama yang menyebabkan daun padi menggulung dan memiliki bercak putih memanjang, sering terjadi karena pupuk nitrogen berlebih. Gejala utamanya adalah larva memakan jaringan hijau dari dalam gulungan daun, yang mengganggu fotosintesis dan berpotensi menurunkan hasil jika menyerang daun bendera. Pengendalian dilakukan dengan pemupukan berimbang, penggunaan insektisida (fipronil/dimehipo) jika populasi tinggi, serta menjaga musuh alami.
v Berikut adalah poin-poin penting mengenai hama putih palsu pada padi:
- Gejala Serangan: Daun padi menggulung dan terdapat garis-garis putih transparan memanjang (15-20 cm).
- Daun yang rusak berat akan mengering dan terlihat seperti terbakar.Sering muncul pada fase anakan maksimum hingga fase bunting.
v Penyebab dan Kondisi:
- Didorong oleh penggunaan pupuk Urea/Nitrogen yang berlebihan.
- Sering meledak populasinya setelah musim kemarau panjang.
- Larva menggerek jaringan hijau (klorofil) dari dalam lipatan daun.
v Metode Pengendalian:
Ø Kultur Teknis:
- Menghindari pupuk nitrogen berlebih, pengaturan pengairan, sanitasi gulma (tanaman inang), dan menanam varietas tahan.
- Musuh Alami: Melestarikan predator seperti laba-laba dan serangga Ophionea ishii ishii.
v Kimiawi:
Ø Menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif fipronil, dimehipo, emamektin benzoate, atau flubendoamide jika serangan sudah parah (>50% daun rusak).
Ø Lampu Perangkap: Pemasangan lampu pada malam hari untuk menangkap ngengat.
*Catatan Penting: Serangan hama putih palsu umumnya berhenti dengan sendirinya dan jarang menyebabkan gagal panen total, terutama jika terjadi pada awal fase vegetatif, karena tanaman masih dapat memulihkan dir