Tampilkan postingan dengan label penggerek batang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penggerek batang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2026

Penggerek Batang Padi (Scirpophaga Innotata)

Penggerek Batang Padi (Scirpophaga Innotata)

Hama merupakan organisme penginfeksi tanaman yang menimbulkan kerusakan sehingga berdampak pada penurunan hasil pertanian. Penurunan hasil pertanian yang ditimbulkan oleh hama memiliki kisaran yang bervariasi, mulai dari penurunan hasil panen yang tidak terlalu singifikan sampai tahap paling parah, yaitu gagal panen. Salah satu jenis hama yang sering menyebabkan kerugian parah terhadap hasil pertanian adalah penggerek batang padi.

Penggerek batang padi (scirpophaga innotata) adalah salah satu hama yang palig sering menyerang tanaman padi dengan intensitas serangan sampai 90%. Hama ini menyerang tanaman padi pada berbagai fase pertumbuhan mulai dari fase vegetatif sampai generatif. Gejala yang ditimbulkan dari serangan hama penggerek batang secara umum ada 2 jenis, yaitu sundep dan beluk.

Untuk gejala sundep, serangan dimulai dengan larva ngengat merusak tanaman padi sebelum memasuki fase vegetatif (masa pembungaan) dan gejalanya mulai terlihat ketika tanaman padi berumur 21 hari setelah pindah tanam. Selanjutnya setelah 1 minggu, larva ngengat akan bertelur dan meletakkannya pada batang tanaman padi, dan selang 4-5 hari telur akan menetas sekaligus merusak sistem pembuluh tanaman yang terdapat pada batang padi. Dampak visualnya yaitu pucuk batang padi menjadi kering kekuningan serta mudah dicabut. Sedangkan untuk gejala beluk, serangannya terjadi pada fase generatif (masa pembentukkan malai). Dampak serangan yang ditimbulkan menyebabkan bulir padi menjadi hampa akibat proses pengisian bijinya tidak berjalan sempurna karena kerusakan pada pembuluh batang padi. Kerugian hasil yang disebabkan oleh gejala beluk berkisar 1-3% dengan rata-rata 1,2%. Maka dari itu, upaya pengendalian OPT perlu dilakukan untuk mencegah kerugian akibat serangan penggerek batang. Adapun cara-cara pengendalian hama penggerek batang padi yaitu :
a) Pengaturan Pola Tanam
- Melakukan penanaman secara serentak dalam areal penanaman yang luas agar tanaman padi berada pada fase yang sama sehingga perkembangan serta penyebaran sumber hama di lapangan dapat ditekan.
- Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi sehingga dapat memutus siklus hidup hama.
- Pengelompokkan persemaian yang bertujuan untuk memudahkan upaya pengumpulan telur penggerek batang secara masal.
b) Pengendalian Secara Fisik dan Mekanik
- Secara fisik dapat dilakukan dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen dan ketika lahan disingkal. Usaha tersebut dapat diikuti dengan penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami cepat membusuk sehingga larva mati.
- Secara mekanik dilakukan dengan cara mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman, serta penangkapan ngengat dengan menggunakan lampu perangkat. 

c) Hayati: Manfaatkan musuh alami seperti parasitoid telur Trichogramma japonicum.

 Kimiawi:

- Fase Vegetatif: Gunakan insektisida butiran (granula) berbahan aktif klorantraniliprol atau fipronil yang ditabur bersama pupuk.

Fase Generatif: Gunakan insektisida cair (semprot) berbahan aktif dimehipo, bensultap, atau produk komersial seperti Curacron atau Dangke jika serangan mencapai ambang kendali (>5% - 10% gejala). 

Saran: Jika serangan sudah terlihat masif (gejala beluk), segera lakukan sanitasi dengan mencabut tanaman yang terinfeksi dan pertimbangkan aplikasi pestisida sistemik


 


Sabtu, 24 Januari 2026

Penggerek Batang Jagung (Ostrinia furnacalis).

 

Penggerek Batang Jagung (Ostrinia furnacalis). 

Penggerek Batang Jagung (Ostrinia furnacalis) adalah hama utama tanaman jagung di Asia yang menyerang daun, batang, hingga tongkol, menyebabkan kehilangan hasil hingga 80%. Larva mengebor batang dan memakan jaringan dalam, menyebabkan batang mudah patah dan aliran nutrisi terhambat. Pengendalian efektif melibatkan teknik kultur teknis, pemanfaatan musuh alami, dan penggunaan insektisida.

v  Gejala Serangan:

Daun: Adanya lubang kecil atau bercak transparan pada daun muda (serangan awal).

Batang: Terdapat lubang gerekan dengan tumpukan kotoran seperti serbuk gergaji. Batang mudah patah akibat gerekan di dalam.

Bunga Jantan: Bunga jantan menjadi rusak atau patah.

Tongkol: Larva menggerek pangkal tongkol atau memakan biji.

v  Siklus Hidup dan Serangan:

Hama mengalami metamorfosis sempurna: telur, larva (5 instan), pupa, dan imago (ngengat).

Larva instar akhir adalah yang paling merusak karena mengebor batang dan pangkal tongkol.

Generasi pertama sering menyerang fase vegetatif, sementara generasi kedua menyerang fase generatif/reproduktif.

Strategi Pengendalian:

Kultur Teknis: Penanaman serempak, pergiliran tanaman (non-inang), dan pengaturan jarak tanam.

Pemotongan Bunga Jantan: Memangkas sebagian bunga jantan untuk mengurangi populasi larva.

Musuh Alami: Pemanfaatan parasitoid telur Trichogramma sp., parasitoid larva Chelonis sp., dan predator.

Insektisida: Penggunaan insektisida sistemik atau kontak (misal: berbahan aktif deltamethrin) saat ambang ekonomi tercapai (1 kelompok telur/30 tanaman).

Biopestisida: Penggunaan cendawan Beauveria bassiana atau bakteri Bacillus thuringiensis.

Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis)

  Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) adalah hama yang menyebabkan daun padi menggulung dan memiliki bercak putih memanjang, seri...