Tampilkan postingan dengan label Wereng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wereng. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2026

Hama Wereng Pada Jagung.

Hama Wereng Pada Jagung.

    Hama wereng pada jagung, terutama spesies Peregrinus maidis (wereng jagung) dan Stenocranus pacificus (wereng perut putih), merupakan serangga penghisap cairan tanaman yang dapat menurunkan hasil panen hingga 50%. Serangan di jagung biasanya di bagian silking atau di bagian tasel tanaman jagung. Serangan pada silking dan tasel tersebut berakibat pada terganggunya proses polinasi yang kurang maksimal sehingga berakibat pada pengisian atau grain filling jagung tidak maksimal dan mengurangi bobot jagung.

v  Karakteristik dan Dampak :

Identifikasi: Serangga dewasa berukuran kecil (3-4 mm), bertubuh ramping kuning kecokelatan dengan sayap transparan, dan sangat aktif melompat.

Gejala Serangan: Tanaman menunjukkan bekas gigitan pada daun, pucuk daun layu, dan dalam serangan hebat dapat menyebabkan kondisi puso (hopperburn) atau mati total.

Bahaya Sekunder: Selain menghisap nutrisi, wereng jagung adalah vektor utama virus kerdil jagung (corn stunt) dan menyebabkan tumbuhnya embun jelaga yang menghambat fotosintesis.

v  Cara Pengendalian :

Praktik Kultural (Budidaya):

Rotasi Tanaman: Menanam tanaman selain inang (bukan jagung) pada musim bergantian untuk memutus siklus hidup wereng.

Pengaturan Jarak Tanam: Mengurangi kepadatan populasi melalui sirkulasi udara yang baik.

Pemupukan Berimbang: Menghindari penggunaan nitrogen berlebih yang dapat memicu ledakan populasi.

Pengendalian Hayati & Alami:

Musuh Alami: Memanfaatkan predator alami di sekitar lahan.

Bahan Organik: Penggunaan cairan bawang putih dapat mengusir wereng karena bau yang menyengat dan mengganggu proses ganti kulitnya.

Pengendalian Kimiawi (Insektisida):

Bahan Aktif: Gunakan insektisida sistemik atau kontak seperti triflumezopyrim (melumpuhkan dalam 1-2 jam), nitempyram, imidakloprid, atau buprofezin.

Waktu Aplikasi: Disarankan penyemprotan rutin setiap 1-2 hari jika serangan masif, terutama pada bagian batang dan bawah daun tempat wereng berkumpul

 

Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis)

  Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) adalah hama yang menyebabkan daun padi menggulung dan memiliki bercak putih memanjang, seri...