Tampilkan postingan dengan label Pemupukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemupukan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2026

Jagung Pembenihan

 

 Jagung Pembenihan

Pembenihan jagung hibrida adalah usaha budidaya untuk memproduksi benih berkualitas menggunakan tetua jantan dan betina (biasanya rasio 1:4) dengan teknik khusus seperti detasseling (pencabutan bunga jantan betina) untuk mencegah penyerbukan sendiri. Proses ini menjanjikan keuntungan tinggi, memerlukan isolasi jarak/waktu, dan pengawasan ketat, dengan contoh varietas unggul P27 Gajah dan JH37.

Teknis Pembenihan Jagung Hibrida:

Tetua: Menggunakan dua baris/kelompok tetua, yaitu jantan (penghasil serbuk sari) dan betina (penghasil benih/tongkol).

Pola Tanam: Umumnya menerapkan rasio 1 baris jantan (1:4) berbanding 4 baris betina.

Detasseling (Kastrasi): Pencabutan bunga jantan pada tanaman betina (umur 55-57 HST) wajib dilakukan sebelum mekar agar tidak terjadi selfing (penyerbukan sendiri), sehingga tongkol yang dipanen adalah hasil persilangan.

Waktu Tanam: Benih betina sering ditanam terlebih dahulu, kemudian jantan ditanam 4 hari kemudian agar berbunga bersamaan.

Pemanenan: Tanaman jantan dipanen lebih awal dan dipisahkan dari tanaman betina untuk menghindari percampuran.

Pilihan Varietas Unggulan:

P27® Gajah & P32 Singa: Unggul dalam hasil tinggi dan adaptasi luas.

P27® LumiGEN: Dilengkapi perlakuan benih untuk perlindungan dari hama/penyakit.

NK Perkasa: Biji merah dan rendemen tinggi.

Nusa 1: Varietas yang diperbanyak di Balai Benih Induk.

Kunci Sukses Perbenihan:

Isolasi: Jarak lahan pembenihan dari jagung komersial (konsumsi) minimal 200-300 meter untuk menjaga kemurnian genetik, atau isolasi waktu selisih 25 hari.

Manajemen Nutrisi: Penggunaan pupuk seperti SP-36 dan NPK

Kemitraan: Kemitraan dengan perusahaan atau dinas terkait disarankan untuk kepastian pasar dan benih sumber.

Usaha pembenihan jagung, terutama hibrida, dinilai menguntungkan dan menjanjikan pendapatan lebih tinggi dibandingkan jagung konsumsi.

Rabu, 21 Januari 2026

PEMUPUKAN PADA TANAMAN JAGUNG

 

PEMUPUKAN PADA TANAMAN JAGUNG

Pemupukan jagung dilakukan bertahap:

dasar (saat tanam, bisa pupuk organik/NPK), susulan pertama (usia 10-15 HST dengan Urea, SP-36, KCl/NPK), dan susulan kedua (usia 20-25 HST) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi vital, terutama Nitrogen (N) untuk pertumbuhan vegetatif dan Kalium (K) untuk pembungaan/pembentukan biji, dengan aplikasi pagi/sore saat tanah lembab dan tidak terlalu dekat batang.

Jenis Pupuk dan Waktu Aplikasi

1. Pupuk Dasar (Saat Tanam/Pengolahan Tanah):

2. Pupuk Organik: Kompos/pupuk kandang (1.5-2 ton/ha) untuk memperbaiki kesuburan tanah.

3. Pupuk Anorganik: Kombinasi NPK (misal Phonska) dan ZA, atau SP-36, diberikan bersamaan dengan tanam.

Pemupukan Susulan I (± 15 Hari Setelah Tanam/HST):

Pupuk: kombinasi NPK dengan Urea (misal 2 Urea : 1 NPK) 250 kg/ha urea 150 kg/ha phonska  atau bisa dengan kombinasi berimbang 1 urea :1 phonska

Tujuan: Memberikan Nitrogen (N) untuk pertumbuhan awal.

Pemupukan Susulan II (± 25 HST):

Pupuk: kombinasi NPK dengan Urea (misal 1 Urea : 2 NPK) 150 kg/ha urea 250 kg/ha phonska  atau bisa dengan kombinasi berimbang 1 urea :1 phonska

Untuk opsi terahir yaitu penambahan pupuk di sebelum fase flowering hal ini bisa menambah potensi bobot pada tongkol. Pupuk fokus pada N dan K (misal NPK dengan Kalium tinggi, atau KCl).

Cara dan Tips Penting

    Waktu Terbaik: Pagi atau sore hari saat tanah lembab agar pupuk larut dan diserap optimal.

    Metode Aplikasi:

        Pupuk Granular (Padat): Dibuat larikan/lubang di samping baris tanaman (jarak tertentu dari batang) agar akar mudah menyerap dan menghindari "terbakar" pupuk. Saat aplikasi usahakan pupuk tidak di tabur.

        Pupuk Daun (Foliar): Bisa disemprotkan saat fase generatif (pembungaan) untuk meningkatkan kualitas tongkol.

    Hindari: Aplikasi terlalu dekat batang atau saat tanah sangat kering.

    Dosis: Ikuti petunjuk dosis pada kemasan pupuk atau anjuran penyuluh pertanian setempat untuk hasil maksimal.

Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis)

  Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) adalah hama yang menyebabkan daun padi menggulung dan memiliki bercak putih memanjang, seri...