Sabtu, 31 Januari 2026

Budidaya Padi

Budidaya Padi

Budidaya padi adalah rangkaian proses pertanian mulai dari persiapan benih unggul, pengelolaan lahan, penanaman, pemeliharaan (pengairan, pemupukan, pengendalian OPT), hingga panen untuk menghasilkan beras. Teknik yang umum digunakan adalah jajar legowo 2:1, sistem SRI (System of Rice Intensification), atau padi gogo untuk lahan kering. Panen umumnya dilakukan 90-130 hari setelah tanam. 

Berikut adalah tahapan budidaya padi secara intensif: 

v  Pemilihan Benih & Persemaian: Gunakan benih unggul berkualitas. Rendam benih dalam air garam untuk memisahkan benih yang baik (tenggelam). Persemaian dilakukan sekitar 25 hari sebelum tanam.

v  Pengolahan Lahan: Tanah dibajak dan dilumpurkan agar gembur. Pemberian pupuk kandang/kompos (30 ton/ha) dapat dilakukan sebelum pengolahan lahan.

v  Penanaman: Menggunakan teknik tanam jajar legowo 2:1 (jarak tanam (40 x (20- 10)) cm) atau teknik SRI (1 bibit/lubang, 25x25 cm).

v  Pemeliharaan:

-          Pengairan: Terapkan pengairan berselang (intermitten), yaitu kondisi basah-kering dengan interval 7-10 hari untuk efisiensi air.

-          Pemupukan: Diberikan pupuk dasar (Urea, TSP, KCl) pada umur 7-14 hari setelah tanam (HST), dan pemupukan susulan pada umur 21-28 HST dan 35-50 HST. Pupuk NPK Phonska dan Urea juga umum digunakan pada umur <10 HST dan <40 HST.

-          Penyiangan: Dilakukan 2 minggu sekali untuk menghilangkan gulma.

-          Pengendalian Hama & Penyakit: Menggunakan pestisida atau fungisida sesuai dosis.

-          Panen & Pasca Panen: Panen dilakukan saat 90-95% bulir padi sudah menguning. Pengairan dihentikan 10-14 hari sebelum panen. Produktivitas dapat ditingkatkan dengan penggunaan varietas unggul baru (VUB) seperti Inpari 32.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis)

  Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) adalah hama yang menyebabkan daun padi menggulung dan memiliki bercak putih memanjang, seri...