Sabtu, 24 Januari 2026

Karat Daun Pada Jagung.

 Karat Daun Pada Jagung.

Karat daun pada jagung adalah penyakit jamur (terutama Puccinia polysora) yang menyebabkan bintik-bintik cokelat kemerahan seperti karat pada daun, menghambat fotosintesis, dan menurunkan hasil panen, ditandai dengan munculnya pustula (bisul) berwarna oranye-coklat yang bisa berubah menjadi hitam, menyebar melalui angin dan kelembaban tinggi, serta dikendalikan dengan varietas tahan, rotasi tanaman, pemupukan seimbang, dan fungisida jika serangan parah.

v  Gejala pada tanaman :

Bintik Awal: Muncul bintik kecil bulat hingga lonjong, warna kuning kemerahan atau cokelat muda, seperti bisul atau karat pada permukaan daun atas dan bawah.

Pustula: Bintik berkembang menjadi pustula (penimbunan spora) berwarna cokelat kemerahan seperti tepung, lama-kelamaan berubah menjadi hitam kecoklatan saat spora matang.

Kerusakan Daun: Jaringan di sekitar pustula bisa menguning atau mati, daun menjadi kering, dan serangan parah dapat mematikan tanaman.

v  Penyebab :

Patogen: Cendawan Puccinia polysora (karat selatan) atau Puccinia sorghi (karat umum).

Penyebaran: Spora menyebar melalui angin, hujan, dan serangga.

Faktor Lingkungan: Curah hujan tinggi, kelembaban tinggi, dan cuaca mendung sangat mendukung perkembangan penyakit ini.

Sistem Budidaya: Monokultur (penanaman jagung terus-menerus) dapat meningkatkan risiko.

v  Pengendalian :

Varietas Tahan: Tanam varietas jagung yang diketahui tahan karat.

Waktu Tanam: Tanam lebih awal atau serempak pada awal musim kemarau untuk menghindari kondisi puncak serangan.

Rotasi Tanaman: Lakukan rotasi dengan tanaman yang tidak rentan.

Pemupukan Seimbang: Perhatikan dosis nitrogen agar tanaman lebih kuat.

Pengaturan Jarak Tanam: Jaga jarak tanam agar sirkulasi udara baik.

Fungisida: Jika serangan parah, gunakan fungisida kimia seperti zineb, tembaga oksiklorida, atau dithane sebagai pilihan terakhir.

Pencegahan dilakukan penyemprotan fungisida dengan bahan aktif difenokonazol dan azozksistrobin atau mankozeb sejak umur 30 – 40 hst.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis)

  Hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis) adalah hama yang menyebabkan daun padi menggulung dan memiliki bercak putih memanjang, seri...