Penggerek Batang Jagung (Ostrinia furnacalis) adalah hama utama tanaman jagung di Asia yang menyerang daun, batang, hingga tongkol, menyebabkan kehilangan hasil hingga 80%. Larva mengebor batang dan memakan jaringan dalam, menyebabkan batang mudah patah dan aliran nutrisi terhambat. Pengendalian efektif melibatkan teknik kultur teknis, pemanfaatan musuh alami, dan penggunaan insektisida.
v Gejala Serangan:
Daun: Adanya lubang kecil atau bercak transparan pada daun muda (serangan awal).
Batang: Terdapat lubang gerekan dengan tumpukan kotoran seperti serbuk gergaji. Batang mudah patah akibat gerekan di dalam.
Bunga Jantan: Bunga jantan menjadi rusak atau patah.
Tongkol: Larva menggerek pangkal tongkol atau memakan biji.
v Siklus Hidup dan Serangan:
Hama mengalami metamorfosis sempurna: telur, larva (5 instan), pupa, dan imago (ngengat).
Larva instar akhir adalah yang paling merusak karena mengebor batang dan pangkal tongkol.
Generasi pertama sering menyerang fase vegetatif, sementara generasi kedua menyerang fase generatif/reproduktif.
Strategi Pengendalian:
Kultur Teknis: Penanaman serempak, pergiliran tanaman (non-inang), dan pengaturan jarak tanam.
Pemotongan Bunga Jantan: Memangkas sebagian bunga jantan untuk mengurangi populasi larva.
Musuh Alami: Pemanfaatan parasitoid telur Trichogramma sp., parasitoid larva Chelonis sp., dan predator.
Insektisida: Penggunaan insektisida sistemik atau kontak (misal: berbahan aktif deltamethrin) saat ambang ekonomi tercapai (1 kelompok telur/30 tanaman).
Biopestisida: Penggunaan cendawan Beauveria bassiana atau bakteri Bacillus thuringiensis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar