
Busuk pelepah pada jagung, yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani, merupakan penyakit serius yang sering muncul saat tanaman berbunga (40-50 HST) pada kondisi lembab (RH 90-100%). Gejalanya berupa bercak berair, coklat keabu-abuan pada pelepah, daun, dan tongkol, yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 100%.
v Gejala dan Penyebaran Gejala: Bercak konsentris berair berwarna coklat sawo matang atau abu-abu pada pelepah daun. Serangan lanjut menyebabkan bercak kapas coklat muda dengan bintik hitam, pelepah mengering, serta tanaman rebah.Penyebaran: Melalui tanah, sisa tanaman terinfeksi, rumput liar, air irigasi, dan peralatan pertanian.Faktor Pendukung: Suhu 15° – 35° (optimal 30°) kelembaban tinggi (90-100%). Serangan dimulai dari daun paling bawah kemudian jika tidak di atasi akan berjalan ke atas sehingga akan menyebabkan tanaman kering dan mati.
Pengendalian sulit dilakukan hanya dengan fungisida, sehingga diperlukan kombinasi:
- Varietas Tahan: Menggunakan benih jagung yang tahan terhadap penyakit busuk pelepah.
- Kultur Teknis: Mengatur jarak tanam (tidak terlalu padat) untuk mengurangi kelembaban, serta membersihkan gulma.
M Manajemen Irigasi : Manajemen irigasi perlu agar kondisi tanah tidak terlalu lembab sehingga jamur tumbuh.
- Pengolahan Tanah: Membalik tanah untuk menimbun sisa-sisa tanaman yang terinfeksi.
- Agens Hayati: Mengaplikasikan mikroorganisme antagonis seperti Trichoderma spp. atau Gliocladium spp. untuk menghambat pertumbuhan jamur patogen.
- Penggunaan Fungisida: Sebagai langkah terakhir, menggunakan fungisida yang efektif saat gejala awal muncul dengan bahan aktif mankozeb dan karbendazim.
